ARTIKEL

Persiapkan Karirmu Sejak di Bangku Kuliah

Kuliah, organisasi, atau hobi? Mana yang harus diprioritaskan?
Banyak pandangan yang menganggap satu hal lebih penting dari hal lainya dalam mempersiapkan karir sejak dini. Ibu Shanti Ardheneswari dan Bapak Teguh H. Susanto dari EXXON MOBIL berbagi tips untuk para mahasiswa mempersiapkan diri menuju dunia kerja.

IPK bagus, why not?

Beberapa orang mungkin bilang bahwa IPK tidak penting. Ada yang bilang IPK hanya menyumbang 10% dalam sukses seleksi kerja. Well, mungkin benar jika ada yang bilang bahwa Your GPA is only get you in the interview room. Sayang sekali jika kita tidak lolos administrasi hanya karena terganjal syarat IPK. Kalau bisa cumlaude kenapa puas hanya dengan 3,0?

Sekarang perusahaan sadar bahwa IPK mahasiswa semakin bagus, jadi mereka pun tak segan menetapkan standar tinggi guna mendapatkan lulusan yang terjamin kecemerlangan intelegensinya. “Sekarang saja kami tetapkan standar 3,5, masih banyak kami temui IPK 3,8 bahkan 3,98. Itu teknik loh, yang konon IP-nya susah.!” aku Ibu Shanti. “Tentu akan lebih baik jika ada pelamar yang sudah IPK bagus, personality dan analitical skill bagus pula, complete package!”imbuh Pak Teguh.

English please..!

Jika mau bekerja di perusahaan multinasional, maka kemampuan Bahasa Inggris adalah harga mati yang tidak bisa ditawar. Eits, bererti perusahaan nasional tidak memerlukan bahasa Inggris, hampir di semua perusahaan, kemampuan bahasa Inggris selalu diuji. “Saat kuliah mungkin kita hanya perlu mengerjakan soal dengan tekun dan benar untuk mendapat nilai bagus, namun di dunia kerja, kita harus berkomunikasi dengan supervisor, yang kerapkali bukan orang Indonesia” terang Teguh.


Ironisnya, meski tidak semuanya, namun banyak lulusan Yogyakarta yang kurang fasih berkomunikasi dengan bahasa Inggris, terutama secara lisan. “Tapi ada juga beberapa yang bahasa Inggrisnya very well. Ketika saya tanya, ternyata dia berlatih dengan geng-nya, ada juga yang dengan pacarnya. Mereka membuat kesepakatan untuk memakai bahasa Inggris untuk berkomunikasi” cerita Ibu cantik ini. Jadi tidak ada kata terlambat, tidak kursus juga bukan penghalang, yang diperlukan adalah niat untuk practice English!

Do your love, love what you do!

Beberapa dari kita mungkin mempunyai hobi atau kegiatan yang agak melenceng dari studi kita. Jangan khawatir, tekuni saja, dan buat prestasi di situ. Prestasi kita itu bisa menjadi nilai tambah bagi kita. Juga, tanpa sadar kita akan berlatih manajemen waktu. Menjaga keseimbangan prestasi di hobi dan di kampus tentu ada seninya juga kan?

Mari berorganisasi

Jangan jadikan organisasi hanya sebagai pengisi CV belaka. “Dulu ada pelamar yang CV-nya sampai berlembar-lembar, ternyata semua pengalaman organisasi hanya sebagai ‘member’” ungkap Pak Teguh. Organisasi adalah untuk melatih bagaimana kita bekerja dalam teamwork, sekaligus melatih leadership kita. Meski kita tidak menjadi ketua, usahakan menjadi major contributor. Salurkan kemampuan kita secara maksimal melalui organisasi!

Nah, kata orang, persiapan yang bagus merupakan 50% modal kemenangan. Tunggu apa lagi, mari menempa diri menjadi pribadi pilihan!

sumber: http://careernews.web.id/event/view/559-Persiapkan-Karirmu-Sejak-di-Bangku-Kuliah


Artikel terkait:

Lowongan

Pencarian :